Blogger Widgets
News Update :

Entri Populer

Syiar

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Maaf Lady Gaga, Pemuda Indonesia Sibuk Simak Hafalan Al-Qur’an

Selasa, 29 Mei 2012

Oleh: Fika Hokama
Subhanallah… seru banget kali yaa…!
Andaikan saja yang merencanakan datang ke Indonesia adalah para Huffazd (penghafal ) al Qur’an. Mereka adalah Pemuda dari Palestina. Bacaannya bagus dan sangat runtun. Suaranya juga sangat merdu membuat orang yang mendengarnya bahagia dan berseri-seri wajahnya, menghilangkan gelisah, mencairkan suasana hati yang seperti balok es dan juga mendatangkan Hidayah Allah. Itulah Rahmat Allah SWT.
Tidak akan merugi para Pemuda yang berebut membeli Tiket untuk bisa ikut menyimak hafalan “Ahlullah” keluarga Allah. Wajahnya memancarkan cahaya “Ahli Surga”, membuat teduh mata yang melihatnya, pribadinya sangat menawan hati juga berwibawa dan sangat pantas di jadikan seorang Figur pemuda Indonesia, suaranya yang sangat merdu menggentarkan Stadion Gelora Bung Karno  Jakarta, juga menggentarkan Negara Indonesia, beritanya akan menjadi topik pembicaraan Nasional maupun Internasional. Allahu Akbar…! Sangat menakjubkan karena berkah Allah akan dilimpahkan di bumi Pertiwi.
Pikiran itu tiba-tiba muncul di kepalaku, ketika baru saja menyelesaikan tilawah 1 Jus al Qur’an. Perasaan senang dan bangga karena Negaraku tercinta akan di datangi oleh pemuda asing keluarga Allah yang hafal al Qur’an 30 Juz;  ”Dari Anas RA ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah SAW bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Ia itu ahli Quran (orang yang membaca atau menghafal Al- Quran dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.
Sungguh kasihan, kabar rencana kedatangan penghafal al Quran hanya fiktif hasil sebuah rekayasa dari otak penulis. Karena pada kenyataannya bukan para penghafal al Qur’an yang akan berkunjung ke Negara ini, melainkan si Lady Gaga Ratu Iblis Liberal Pemuja Setan, (Arrahmah.com), pakaian selalu tampil seronok. Nauzdubillah…!
Kita tidak bisa membayangkan kerusakan moral  yang akan terjadi pada pemuda  Muslim Indonesia pada umumnya, seandainya Mba Little Monster ini sukses mendapat izin dari Pemerintah dan mendapatkan dukungan dari Masyarakat Indonesia, berarti akan sukses pula dalam menebarkan virus jahat yaitu pakaian seronok, lagunya bertentangan dengan budaya dan agama, juga menyekutukan Allah dengan memuja setan yang kemungkinan besar menular bagi Rakyat Indonesia, terutama para pemudanya akan mengidolakannya. Apa jadinya, jika para pemuda yang di banggakan buat persiapan Generasi Bangsa dan Negara Indonesia  lebih memilih figur Gaga yang tariannya sangat Erotis mengundang syahwat seksual yang melihatnya, pemuda juga lebih memilih seorang figur yang mendatangkan kerusakan moral dan etika untuk anak Bangsa? Indonesia bisa dipastikan akan miskin Generasi penerus kepemimpinan  Bangsa dan Negara yang mempunyai Moral dan Akhlak yang baik.
Memang sebaiknya kedatangan Lady Gaga ke Negeri Pertiwi ini kita tolak karena kita sedang mengkhawatirkan Moral dan etika anak Bangsa. Kedatangannya hanya menambah masalah Indonesia semakin rumit dalam menyelesaikan permasalahan di Indonesia. Tetapi aneh…! Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memandang konser Lady Gaga akan memberikan citra positif kepada pariwisata Indonesia di mata dunia. “Kehadiran Lady Gaga di Indonesia akan membuat Indonesia dikenal lebih luas oleh dunia internasional,” kata Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Seni Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ukus Kuswara, saat dihubungi Selasa, 22 Mei 2012. (tempo.com). Kementerian-Pariwisata-Dukung-Konser-Lady-Gaga.  Menurut penulis pandangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif seperti ini tidak butuh penilaian Allah SWT, karena yang paling penting adalah bagaimana Indonesia lebih terkenal di mata manusia.
Lady Gaga Sangat Bertentangan Dengan Salah Satu Prinsip PANCASILA Negara
Mari kita melihat salah satu prinsip Negara kita yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa (Rabbaniyyah wal Akhlaaqiyyah) Sungguh prinsip Negara yang sangat mulia. Hidup manusia hanya menghambakan diri kepada Allah SWT, bahkan hidupnya Jin juga untuk menyembah-Nya. Semua manusia di muka Bumi wajib menyerahkan segala apapun yang terjadi dan kesuksesan apapun yang telah manusia dapatkan hanya dan karena Allah semata. Kedatangan Lady Gaga akan menjajah dan menggoroti Keyakinan anak Bangas kepada Tuhannya Yang Maha Esa. Jika itu yang terjadi, maka Indonesia belum Merdeka… Indonesia belum Merdeka!!! Jika itu yang terjadi, maka Pemuda Indonesia pada zaman sekarang ini telah menghancurkan dan mengobrak-abrik perjuangan Pemuda pada zaman mengambil alih Kepemimpinan Bangsa. Susah payah Pemuda Indonesia pada zaman itu meminta Soekarno Hatta untuk mendeklarasikannya meskipun Beliau Proklamirnya. Dan tahukah Engkau wahai Pemuda, tentang kalimat yang membanggakan kita adalah kalimat, “ Dengan rahmat Allah yang Maha Esa,”. Ini menunjukkan bahwa merdekanya Bangsa ini adalah karena rahmat Allah semata, yang diberikan melalui pemuda-pemuda yang jeli atas penderitaan Rakyatnya dan yang kokoh keyakinannya. Hal itu tidak mungkin terjadi, karena Pemuda Indonesia adalah pemuda yang berkarakter Rabbaniyah, Islamiyyah, Quraniyyah pada Umumnya. Tolak Lady Gaga…! Tolak pemuja SETAN…! Tolak pelantun  Born This Way…!
Katakan Lady Gaga bukan Figur Pemuda Indonesia…!
Selain itu, kemungkinan besar UU Pornografi bisa dilanggar oleh Lady Gaga karena lagunya banyak melanggar budaya dan nilai agama, pakaian seronok dan gerak tubuh yang mengundang syahwat. Tentu saja tidak mendidik dan membahayakan moral dan etika masyarakat dan pemuda pada umumnya jika pertunjukan jelek itu dipertontonkan di muka umum.
Jadi, MAAF Lady Gaga, sebaiknya Engkau urungkan saja niatmu untuk konser di Negara Indonesia tercinta. Suara, lagu dan gayamu hanya mengundang kemurkaan Allah…para pemuda Muslim Indonesia sibuk simak hafalan al Qur’an, bukan karena ngefans padamu tapi karena terganggu. Kedatanganmu juga akan merusak moral dan Akhlak. Kira-kira seperti itu bunyinya bentuk penolakan penulis kepada si Lady Gaga.
Demikianlah, pemuda Indonesia yang mayoritas Muslim harus membekali diri dengan iman dan taqwa yang kuat, mempunyai moral dan etika yang baik, menjunjung tinggi nilai “Ketuhanan Yang Maha Esa”, sadar akan kedatangan Lady Gaga tidak membawa manfaat sedikitpun di muka bumi kecuali kemurkaan Allah, penilaian Allah lebih utama dari pada penilaian manusia.
Kepada Pemerintah dan Pemuda Muslim Indonesia berikan izin dan dukungan, jika suatu saat nanti pemuda penghafal al Qur’an merencanakan datang ke Indonesia untuk di simak hafalannya, siapkan panggung yang luas untuk para penghafal al Qur’an, siapkan lapangan yang sangat luas untuk ribuan pemuda yang ikut menyimak. Semoga Ide ini menjadi nyata. Amin.
Allahua’lam…

Sebab Hidup tak Mengenal Siaran Tunda

Oleh: Inayatullah Hasyim
Saudaraku, hidup ini hanya sekali. Maka, buatlah yang sekali itu menjadi “sesuatu”. Waktu dan umur yang kita lewati, sekali berlalu, tak pernah kembali. Ia pergi dengan segenap catatan yang menggoresnya. Berbuatlah dalam kebajikan, sekecil apapun! Semoga kebaikan yang kecil itu menambah berat amal timbangan kebaikan kita di akhirat kelak.
Sebab hidup tak mengenal siaran tunda, maka bekerjalah dalam kesungguhan dan keikhlasan. Sekali waktu yang telah berlalu tak akan pernah kembali. Setiap detik yang bergeser dari jam tangan kita telah menjadi sesuatu yang lampau. Ia pergi dan kita masih di sini, dengan sejuta persoalan yang membelenggu diri kita. Seorang penyair sufi berkata,
ما من يوم ينشق فجره إلا وينادى “يا ابن آدم أنا خلق جديد وعلى عملك شهيد، فتزود منى فإنى إذا مضيت لا أعود الى يوم القيامة
Tidaklah fajar hari ini terbit, kecuali ia akan memanggil, “Wahai anak Adam, aku adalah ciptaan yang baru dan aku akan menjadi saksi atas setiap pekerjaanmu, maka mintalah bekal kepadaku. Karena bila aku telah berlalu, aku tak akan kembali hingga hari kiamat tiba.”
Seringkali, kita berkeluh kesah dalam hidup ini. Padahal, keluh kesah kita tak menyelesaikan persoalan sedikitpun.
Pada tulisan singkat ini, saya ingin kita bertafakur sejenak. Merenung dalam pemahaman yang sama, apa saja yang sudah kita khidmatkan dalam hidup kita ini. Bersegeralah! Sebab, hidup tak mengenal siaran tunda.
Seringlah merenung
Saudaraku, merenunglah sejenak. Kata orang bijak, bertafakur satu jam lebih baik dari pada bekerja sepuluh jam tanpa tahu makna dan arti. Lihatlah sekelilingmu, segera setelah itu pasti engkau akan bersyukur. Lihatlah bagaimana Allah menciptakanmu dengan penuh kesempurnaan. Lihatlah bagaimana Allah memberimu begitu banyak nikmat,
وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ (٣٤)
“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS Ibrahim: 34)
Dengan bertafakur tadi, tersadarlah bahwa – alhamdulillah – kita diciptakan sempurna. Tak kurang suatu apa.
Yang telah berlalu, biarlah ia pergi bersama waktu.
Suka atau tidak, setiap kita punya kenangan dengan masa lalu. Berapa banyak di antara kita yang asyik menggapai masa lalu, padahal ia telah menjadi arsip sejarah. Masa lalu adalah periode yang tak mungkin kita kembali ke padanya. Yang telah berlalu, biarlah ia pergi bersama waktu. Cukup jadikan ia sebagai pelajaran untuk masa yang akan datang.
Masa lalu adalah kenangan, ia tak mungkin kembali. Jika Anda seorang jenderal namun sudah pension, tetaplah Anda pensiunan. Tak ada lagi tongkat komando, tak ada pula ajudan dan pengawal.
Masa lalu adalah cermin untuk kita belajar. Tak lebih dan tak kurang. Sebab hidup tak mengenal siaran tunda, belajarlah dari para penguasa yang telah berlalu dalam kelalimannya. Mereka memupuk harta, saat mati tak membawanya sedikitpun ke alam baka. Penyair Arab menulis:
   أين الملوكُ الماضيةُ تركوا المنازلَ خاليةً جمعوا الكنوزَ بجَدِّهم تركُوا الكنوزَ كما هِيَ فانظرْ إليهِم هل تَرَى في دارِهِمْ من باقيةٍ إلا قبورًا دارساتٍ فيها عظامٌ باليةٌ
Mana para raja zaman dahulu ***
Tinggalkan istana-istana yang sepi
Mengumpulkan harta dengan segenap kesungguhan ***
Harta-harta itu ternyata tetap apa adanya
Carilah mereka, apakah engkau dapati mereka ***
di rumah-rumah mereka 
Tidak, kecuali tulang belulang yang telah usang.
Warnailah hari-harimu
Saudaraku, sebab hidup tak mengenal siaran tunda, maka warnailah hari-harimu. Jadikan ia merah, kuning, biru, coklat, ungu, putih dan jingga dalam aktivitas keseharianmu. Cerialah, sebab – kata Rasulullah SAW – senyummu untuk saudaramu bernilai sedekah. Kebahagiaan tak dapat kau beli dengan uang, tapi ia dapat kau ciptakan dengan mensyukuri setiap keadaan.
Sebab hidup tak mengenal siaran tunda, bersegeralah mewarnai bintang kebaikanmu. Segera tunaikan shalat sesaat setelah adzan berkumandang. Itulah bintang kebaikanmu hari ini. Warnai pula silaturahim dengan sahabat, handai dan taulan. Mereka yang rajin bersilaturahim, niscaya dipanjangkan umur dan kesempatannya. Bersedekahlah, walaupun kau dalam keadaan susah!
Warnai pula bintang kebaikanmu dengan menjenguk tetangga yang sakit, saudara yang malang, dan tetangga yang mengundang. Hak-hak seorang muslim atas muslim lainnya adalah enam: Berjumpa, ucapkan salam. Mengundang, penuhi jemputannya itu. Perlu nasihat, kirimi SMS “Bro, shalat yuk”. Bersin, ucapkan “semoga Allah menyayangimu.” Sakit? Kunjungi dan – jika mati – antarkan hingga ke kuburannya.
Berharap Terima Kasih? Ke laut aja luh.
Saudaraku, sebab hidup tak mengenal siaran tunda, tak usahlah Anda berharap terima kasih dari setiap kebaikan yang Anda lakukan. “Terima kasih?” “Ke laut aja luh”. Apalah artinya pujian manusia, jika ia akan merusak nilai kebaikan kita di hadapan Tuhan. Bukankah Fatimah, putri Rasulullah SAW tercinta, jatuh sakit akibat tak makan tiga hari sebab seluruh persediaan makanannya telah ia hadiahkan kepada para fakir miskin, janda tua-renta dan mereka yang baru saja dibebaskan dari tahanan  Rasulullah SAW mencari-carinya sebab Fatimah yang biasa rajin berkunjung, kok tiba-tiba absen sekian hari. Allah SWT lalu mengabadikan perjuangan Fatimah (dan suaminya, Ali bin Abi Thalib) dengan menurunkan firman-Nya
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, Kami tidak menghendaki Balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS al-Insan: 8-9)
Saudaraku, jangan karena berharap terima kasih, kita tak bergegas dalam amal-amal kebaikan. Biarkanlah ia dilupakan manusia, disembunyikan sejarah, ditutupi keangkuhan kehidupan dunia, namun – satu hal yang pasti – ia bernilai di hadapan Dzat yang memiliki segala kemampuan membalas perbuatan kebaikan.
Di balik setiap kesulitan pasti ada berjuta kemudahan
Saudaraku, sebab hidup tak mengenal siaran tunda, maka yakinlah dibalik satu kesulitan ada sejuta kemudahan di baliknya. Tak percaya? Bukankah hal itu dijanjikan oleh Dzat yang menggenggam seluruh janji manusia.
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al-Insyiraah: 6-8)
Pada ayat ini, Allah menyebut kesulitan dengan memberikan sisipan huruf “alif dan lam” yang dalam kaidah bahasa Arab berarti “ma’rifah” atau “tunggal”. Tetapi, kata kemudahan tidak disisipi huruf yang sama. Menandakan apa? Bahwa pada satu kesulitan, ada berjuta kemudahan di depanmu.
Saudaraku, sebab hidup tak mengenal siaran tunda, maka mari berharap dari satu kesulitan hidup kita, ada sejuta tawaran kebaikan di depannya.
Semoga catatan kecil ini bermanfaat.  Salam takzim.

Artikel

Kegiatan

Download

 

© Copyright BKPRMI D.I. Yogyakarta 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.